Awalnya aku
adalah seorang gadis cilik yang sangat pendiam dan pemalu. Sering merasa
kesepian karena tak suka berteman, bermain maupun berbicara dengan orang lain.

http://www.thinkstockphotos.ca

Sungguh
beruntung, aku mempunyai kakak yang
menjadi anggota perpustakaan umum (kakak no 2). Jadi, aku bisa pergi ke perpustakaan
seminggu sekali. Biasanya aku pergi bersama kakakku yang no 7 naik sepeda.
Waktu itu awal tahun '60 an, jadi, belum
banyak sepeda motor, apalagi mobil, wow, itu barang yang amat sangat mewah.
Aku sudah cukup senang bisa dibonceng kakakku dengan sepeda yang sangat
sederhana. Setiap kali, kami boleh meminjam 4 buku, 2 untuk kakakku dan 2
untukku. Dan itu berlangsung terus sampai aku lulus SD. Bayangkan berapa
banyak buku yang telah kutelan. Semua itu sangat memperkaya khasanah otakku.
Sejak kelas
3 SD itu pula, aku mulai sangat tertarik pada hal-hal yang rohani. Tanpa ada
yang menyuruh, di setiap jam istirahat sekolah, aku selalu pergi ke gereja
untuk berdoa seorang diri. Itu berarti 2 kali sehari! Karena setiap hari,
di sekolah, ada 2 kali waktu istirahat. Bahkan pada waktu liburpun, aku tetap
pergi ke gereja sendirian di setiap jam 6 pagi bersama dengan para biarawati di
kapel mereka. Banyak orang mengira aku ingin menjadi seorang biarawati.
Dan seorang suster yang mengajar agama pernah memberi aku nilai 10
di rapor untuk pelajaran agama.
Aku senang
ke gereja, karena waktu aku berada di sana, hatiku terasa damai. Tetapi
setelah keluar dari gereja, aku merasa ada sesuatu yang kosong. Didalam ketidak tahuanku inilah, aku berusaha untuk terus mencari dan
mencari dan mencari kedamaian
sejati itu. Hal ini terus berlangsung, bahkan sampai aku tingkat akhir di
perguruan tinggi.
Menjelang
lulus, tiba-tiba seorang teman sekelasku yang paling populer, mengajakku untuk
pergi ke gerejanya dan ke persekutuan mahasiswa yang ia dirikan. Saat itu,
sekitar awal tahun tujuhpuluhan. Belum ada persekutuan mahasiswa di kota
Semarang. Itu adalah kegiatan baru yang masih asing bagi kebanyakan
mahasiswa. Aku kaget, karena, walaupun kami sekelas selama hampir 5 tahun, jarang
sekali dia mengajak aku bicara! Mungkin karena dia begitu populer dan
banyak cewek yang mengaguminya, sedang aku adalah cewek yang cuek,
kurang gaul, kutu buku dan minta ampun
pendiamnya. Bagaikan sebuah gong, kalau tak dipukul tak akan berbunyi.
Dilandasi
rasa ingin tahu yang sangat besar, akhirnya, aku memberanikan diri untuk keluar
dari tempurung yang mengurungku selama ini. Dan sungguh ajaib, ketika aku mulai
melangkah, Tuhan menolongku dengan memberi keberanian dan kemampuan untuk
bergaul. Bahkan baru 2 atau 3 kali aku datang, mereka telah berani mencalonkan
aku menjadi wakil dari kota Semarang untuk berangkat ke sebuah kamp
internasional di Singapore.
Hatiku
menjadi begitu berbunga-bunga, darah petualangankupun menggelegak, karena hobiku yang utama
sesungguhnya adalah 'traveling', dan 'reading'. Telah menjadi angan-angan dan
mimpiku sejak kecil, untuk dapat pergi ke luar negeri dan bahkan kalau Tuhan
mengijinkan, aku ingin keliling dunia. Sedangkan di era 70'an, masih jarang sekali anak muda punya
kesempatan untuk pergi keluar negeri.
Berbekal
bahasa Inggris yang lumayan, karena aku memang mengajar bahasa Inggris di
sebuah Perguruan Tinggi Negeri, aku memberanikan diri untuk mengikuti kamp itu
yaitu 'INTERNATIONAL FELLOWSHIP OF EVANGELICAL STUDENT.'
Digembleng selama kira-kira 2 minggu di kamp itu, disertai sedikit petualangan
di Singapore dan Malaysia, Tuhan
Yesus Kristus, Allah yang Hidup telah mengubah aku menjadi manusia baru. Hidupku
tak pernah sama lagi. Seperti janji Tuhan dalam Firman-Nya, 2 Korintus 5 : 17
yang mengatakan "Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah
ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah
datang."
![]() |
| http://www.christianpreschoolprintables.com |
Sungguh
dahsyat apa yang dapat dikerjakan oleh Tuhan Yesus. Dari orang yang
begitu kuper, penakut bahkan
pendiam, Yesusku mengubahku secara total. Dulu aku tak punya nyali untuk berdoa dimuka umum, apalagi
berkhotbah, sekarang Tuhan Yesusku memampukanku untuk bersaksi, berkhotbah,
memberi training dan ceramah, bahkan pelatihan di berbagai sekolah, kampus dan
gereja. Selain itu, aku juga menjadi pembina seluruh mahasiswa di kampus
tempatku bekerja, bahkan pernah
menjadi ketua persekutuan mahasiswa cabang Jawa Tengah.
Suatu tugas
yang sangat berat, karena harus mendampingi beberapa kota seperti Solo,
Salatiga, Magelang, Purwokerto dan kota-kota
kecil lainnya. Banyak pergumulan dan tantangan yang harus di atasi, namun
bersama dengan Tuhan Yesus Kristus, Juru Selamat kita yang hidup, dan
bersama dengan rekan-rekan sepelayananku, aku mampu mengatasinya dengan
penuh ucapan syukur dan sukacita. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus
yang memiliki pelayanan ini sekarang sampai selama-lamanya.
Dalam seri yang perdana ini aku akan mengisahkan
pengalaman pelayananku yang mendebarkan bersama sekelompok muda - mudi yang
dianggap telah 'rusak' oleh
masyarakat. Bersama 2 orang rekanku, Rudy dan Sonny ( bukan nama
sebenarnya ), kami membimbing sekelompok muda-mudi yang bermasalah. Ada yang
suka berjudi, minum minuman keras, bahkan main perempuan. Ada pula yang belajar ilmu kuasa gelap dan
kekebalan tubuh, pokoknya ruwet sekali.
Kami mulai mengajarkan kebenaran Firman Tuhan dan
mengadakan persekutuan 1 minggu sekali. Tuhan bekerja dengan indah,
perlahan-lahan mereka mulai berubah.
Di suatu sore, hujan turun rintik-rintik dan
seperti biasa kami sedang bersekutu, dan mulai menyembah Tuhan, tiba-tiba
ada seorang cewek yang berteriak keras dan jatuh pingsan, kami kaget. Ketika
kami sedang berusaha menenangkan dia, tiba-tiba seorang anak lain yang
menggelepar dan meliuk-liukkan badannya di tanah seperti seekor ular dan
mulutnya berbusa.
5 orang berusaha memegang anak ini tapi mereka tidak kuat. Tenaganya
terlampau besar. Akhirnya bersama dengan hamba Tuhan yang mengisi acara pada
malam itu, kami tengking kuasa gelap yang merasuki anak itu dan puji Tuhan anak
ini sadar kembali.
![]() |
| http://speramus-hope.blogspot.com |
Kami bernafas lega sejenak, kemudian kami teringat
pada anak yang pingsan tadi dan bermaksud membawa anak itu ke rumah sakit. Ketika beberapa anak
remaja itu keluar hendak mengambil sepeda motor mereka, tiba-tiba seorang
remaja putri berteriak keras. Ternyata sepeda motornya hilang. Padahal itu
sepeda motor baru dan dia pinjam dari saudaranya. Anak itu begitu ketakutan. Takut
dimarahi dan dihajar oleh orang tuanya yang sangat galak. Dia tidak berani
pulang sendiri. Akupun mencoba menenteramkan anak itu dan berkata, bahwa kami
akan menemani dia pulang dan menjelaskan segalanya kepada orang tuanya. Lalu
akupun mencoba mencari sepeda motorku dan betapa kagetnya aku, ternyata sepeda motorku
pun ikut sirna.
Puji Tuhan! Anehnya aku dapat tetap tenang, damai
sejahtera dan untuk pertama kalinya dalam hidupku aku dapat mengucap syukur
kepada Tuhan atas kehilangan barangku yang kuanggap paling berharga dan sangat
kubutuhkan saat itu. Karena setiap hari aku harus memakai sepeda motor
itu untuk pergi ke kampus memberi kuliah, mengajar di sebuah SMP Kristen dan memberi les di rumah
murid-muridku yang tersebar di banyak tempat. Belum lagi saat itu, aku juga menjadi tim
besuk di gereja dan menjadi koordinator persekutuan siswa Kristen di 9 sekolah.
Bayangkan betapa pentingnya sepeda motor itu bagiku.
Kenapa aku bisa mengucap syukur? Jelas, itu adalah
pertolongan dan kekuatan dari Tuhanku Yesus Kristus. Dengan demikian tak akan
ada seorangpun yang bisa bilang " Tentu
saja kamu bisa tenang menghibur orang, kan kamu tidak ikut merasakan kehilangan
barang berharga."
Konsekwensi melayani dan mengikut Tuhan memang sungguh
tak mudah, terkadang memang dibutuhkan suatu pengorbanan. Namun janji
penyertaan-Nya tak pernah gagal dan Dia tak pernah meninggalkan kita sendirian.
Terpujilah
Tuhan Yesus Kristus sekarang dan selamanya.
Nah, kembali ke peristiwa tadi, setelah kaget hilang ,
bersama-sama kami membawa anak yang pingsan tadi ke dokter, ternyata
cewek itu tidak apa-apa hanya belum makan sejak pagi dan setelah disuntik
dan makan, dia baik kembali dan kami antar pulang.
Kisah belum usai, rombongan besar kamipun menuju ke rumah
cewek yang sepeda motornya hilang, di sepanjang jalan cewek itu menangis,
takut dihajar papanya di hadapan kami. Secara manusia aku bingung juga, tapi
aku terus berdoa minta kekuatan
dan pertolongan dari Tuhan. Ajaiblah Tuhan,
setelah kami menceritakan seluruh kronologi kejadian itu, papanya sama sekali
tak marah, bahkan secara ajaib beliau malah tertawa dan berkata, " Ya sudah, toh barang sudah hilang, mau di
apain." Kami tahu hanya Tuhan Yesus yang mampu melakukan mujizat itu.
Hal ini diakui pula oleh cewek tadi.
![]() |
| https://www.pinterest.com |
Setelah itu rombongan kami berunding, sebaiknya apa
yang harus dilakukan dengan ke 2 sepeda motor yang hilang itu. Ada seorang anak
yang nyeletuk," Kakakku punya
kenalan preman di daerah itu, kita bisa menebusnya, 1 sepeda motor 100
ribu rupiah. Kan persoalannya bisa cepat beres." Hampir
semua setuju dengan usul itu, tapi aku sama sekali tidak setuju. Kok enak
sekali dan begitu mudahnya penjahat itu mendapat uang. Jelas itu tidak
membuat mereka jera, bahkan akan membuat mereka lebih berani lagi dan ketagihan
di waktu yang akan datang.
Waktu terus bergulir cepat, aku harus menghadapi
realita hidup tanpa sepeda motor dan disertai dengan kegiatan yang seabrek. Aku
benar-benar kewalahan. Aku harus naik becak, angkot bahkan nunut orang sana sini serta tak jarang pula jalan kaki. Ini harga yang kadang-kadang harus dibayar
oleh seorang pelayan Tuhan. Indahnya, aku bisa menikmati semua ini dengan
penuh sukacita dan tidak banyak mengeluh. Tuhan tahu dan melihat semuanya, dan
tangan Tuhan mulai bekerja, bantuan keuangan mengalir dari mana-mana, dan dalam waktu 2 minggu aku sudah bisa
membeli sebuah sepeda motor baru gress.
Dahsyatnya
karya Allah!
Satu bulan kemudian, kami mendapat panggilan dari
polisi, ternyata sepeda motor salah teman kami,
ketemu di Boyolali. Punyaku belum, namun aku tetap mengucap syukur, dan
minggu kemudian, sepeda motorku ketemu
di Sragen, jadi aku punya 2 motor. Terpujilah Tuhan yang Maha Besar!
Bersamaan dengan itu seluruh komplotan pencuri sepeda motor,
bersama dengan tukang tadahnya berjumlah 7 orang tertangkap. Ada 1 orang tertembak
mati dan ada 9 sepeda motor yang
ditemukan, termasuk kepunyaan kami. Aku sempat menghadiri sidang mereka
ternyata banyak dari mereka yang masih muda, bahkan remaja. Ketika vonis
dijatuhkan sebagian besar dari mereka menangis dan menyatakan akan bertobat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar