Rabu, 04 Februari 2015

MENJADI MANUSIA BARU YANG 'BERHASIL'?





Awalnya aku adalah seorang gadis cilik yang sangat pendiam dan pemalu. Sering merasa kesepian karena tak suka berteman, bermain maupun berbicara dengan orang lain.
http://www.thinkstockphotos.ca


Sementara teman-temanku berlarian, main kejar-kejaran, petak umpet   dan berbagai macam permainan lainnya, aku lebih suka menikmati buku-buku yang selalu ada dalam tasku. Kulahap segala macam buku yang kujumpai, bahkan buku sastra tingkat tinggi dan buku-buku ilmiah untuk orang tua, padahal waktu itu aku masih  kelas 3 SD.
Sungguh beruntung, aku mempunyai kakak  yang menjadi anggota perpustakaan umum (kakak no 2).  Jadi,  aku bisa pergi ke perpustakaan seminggu  sekali. Biasanya aku pergi bersama kakakku yang no 7 naik sepeda. Waktu itu awal tahun '60 an, jadi,  belum  banyak sepeda motor, apalagi mobil, wow, itu barang yang amat sangat mewah. Aku sudah cukup  senang bisa dibonceng kakakku dengan sepeda yang sangat sederhana. Setiap kali, kami boleh meminjam 4 buku, 2 untuk kakakku dan 2 untukku. Dan itu berlangsung terus sampai  aku lulus SD. Bayangkan berapa banyak buku yang telah kutelan. Semua itu  sangat memperkaya khasanah otakku.
Sejak kelas 3 SD itu pula, aku mulai sangat tertarik pada hal-hal yang rohani. Tanpa ada yang menyuruh, di setiap jam istirahat sekolah, aku selalu pergi ke gereja untuk berdoa seorang diri. Itu berarti 2 kali sehari! Karena setiap hari, di sekolah, ada 2 kali waktu istirahat. Bahkan pada waktu liburpun, aku tetap pergi ke gereja sendirian di setiap jam 6 pagi bersama dengan para biarawati di kapel mereka.  Banyak orang mengira aku ingin menjadi seorang biarawati. Dan seorang suster yang mengajar agama pernah memberi  aku nilai 10 di  rapor untuk pelajaran agama.
Aku senang ke gereja, karena waktu aku berada di sana,  hatiku terasa damai. Tetapi setelah keluar dari gereja, aku merasa  ada sesuatu yang kosong.  Didalam ketidak tahuanku inilah, aku  berusaha untuk  terus mencari dan mencari  dan mencari  kedamaian sejati itu. Hal ini terus berlangsung, bahkan sampai aku tingkat akhir di perguruan tinggi.
Menjelang lulus, tiba-tiba seorang teman sekelasku yang paling populer, mengajakku untuk pergi ke gerejanya dan ke persekutuan mahasiswa yang ia dirikan. Saat itu, sekitar awal tahun tujuhpuluhan. Belum ada persekutuan mahasiswa di kota Semarang. Itu adalah kegiatan baru yang masih asing  bagi kebanyakan mahasiswa. Aku kaget, karena, walaupun kami sekelas selama hampir 5 tahun, jarang sekali dia mengajak aku bicara! Mungkin karena dia begitu  populer dan banyak cewek yang mengaguminya, sedang aku adalah cewek  yang  cuek, kurang gaul, kutu buku  dan minta ampun pendiamnya. Bagaikan sebuah gong, kalau tak dipukul tak akan berbunyi.
Dilandasi rasa ingin tahu yang sangat besar, akhirnya, aku memberanikan diri untuk keluar dari tempurung yang mengurungku selama ini. Dan sungguh ajaib, ketika aku mulai melangkah, Tuhan menolongku dengan  memberi keberanian dan kemampuan untuk bergaul. Bahkan baru 2 atau 3 kali aku datang, mereka telah berani mencalonkan aku menjadi wakil dari kota Semarang untuk berangkat ke sebuah kamp internasional di Singapore.
Hatiku menjadi begitu berbunga-bunga, darah petualangankupun  menggelegak, karena  hobiku yang utama sesungguhnya adalah 'traveling', dan 'reading'. Telah menjadi angan-angan dan mimpiku sejak kecil, untuk dapat pergi ke luar negeri dan bahkan kalau Tuhan mengijinkan, aku ingin keliling dunia. Sedangkan di era 70'an,  masih jarang sekali anak muda punya kesempatan untuk pergi keluar negeri.
Berbekal bahasa Inggris yang lumayan, karena aku memang mengajar bahasa Inggris di sebuah Perguruan Tinggi Negeri, aku memberanikan diri untuk mengikuti kamp itu yaitu 'INTERNATIONAL  FELLOWSHIP OF EVANGELICAL STUDENT.'
http://www.christianpreschoolprintables.com
Digembleng selama kira-kira 2 minggu di kamp itu, disertai sedikit petualangan di Singapore dan Malaysia, Tuhan Yesus Kristus, Allah yang Hidup telah mengubah aku menjadi manusia baru. Hidupku tak pernah sama lagi. Seperti janji Tuhan dalam Firman-Nya, 2 Korintus 5 : 17 yang mengatakan  "Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:  yang lama sudah berlalu, sesungguhnya  yang baru sudah datang."
Sungguh dahsyat apa yang dapat dikerjakan oleh Tuhan Yesus. Dari orang  yang begitu kuper,  penakut bahkan pendiam, Yesusku mengubahku secara  total. Dulu aku tak punya nyali untuk berdoa dimuka umum, apalagi berkhotbah, sekarang Tuhan Yesusku memampukanku untuk bersaksi, berkhotbah, memberi training dan ceramah, bahkan pelatihan di berbagai sekolah, kampus dan gereja. Selain itu, aku juga menjadi pembina seluruh mahasiswa di kampus tempatku bekerja,  bahkan  pernah menjadi ketua persekutuan mahasiswa cabang Jawa Tengah.
Suatu tugas yang sangat berat, karena harus mendampingi beberapa kota seperti Solo, Salatiga, Magelang, Purwokerto dan  kota-kota  kecil lainnya. Banyak  pergumulan dan tantangan yang harus di atasi, namun bersama dengan Tuhan Yesus Kristus, Juru Selamat kita yang hidup, dan  bersama dengan rekan-rekan sepelayananku, aku mampu mengatasinya dengan penuh  ucapan  syukur dan sukacita. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus yang memiliki pelayanan ini sekarang sampai selama-lamanya.
Dalam seri yang perdana ini aku akan mengisahkan pengalaman pelayananku yang mendebarkan bersama sekelompok muda - mudi yang dianggap telah 'rusak' oleh masyarakat. Bersama 2 orang  rekanku,  Rudy dan Sonny ( bukan nama sebenarnya ), kami membimbing sekelompok muda-mudi yang bermasalah. Ada yang suka berjudi, minum minuman keras, bahkan main perempuan.  Ada pula yang belajar ilmu kuasa gelap dan kekebalan tubuh, pokoknya ruwet sekali.
Kami mulai mengajarkan kebenaran Firman Tuhan dan mengadakan persekutuan 1 minggu sekali. Tuhan  bekerja dengan indah, perlahan-lahan mereka mulai berubah.
Di suatu sore, hujan turun rintik-rintik dan seperti  biasa kami sedang bersekutu, dan mulai menyembah Tuhan, tiba-tiba ada seorang cewek yang berteriak keras dan jatuh pingsan, kami kaget. Ketika kami sedang berusaha menenangkan dia, tiba-tiba seorang anak lain yang menggelepar dan meliuk-liukkan badannya di tanah seperti seekor ular dan mulutnya berbusa.
http://speramus-hope.blogspot.com
5 orang berusaha memegang anak ini tapi mereka tidak kuat. Tenaganya terlampau besar. Akhirnya bersama dengan hamba Tuhan yang mengisi acara pada malam itu, kami tengking kuasa gelap yang merasuki anak itu dan puji Tuhan anak ini sadar kembali.
Kami bernafas lega sejenak, kemudian kami teringat pada anak yang pingsan tadi dan bermaksud membawa anak itu ke rumah sakit. Ketika beberapa anak remaja itu keluar hendak mengambil sepeda motor mereka, tiba-tiba seorang remaja putri berteriak keras. Ternyata sepeda motornya hilang. Padahal itu sepeda motor baru dan dia pinjam dari saudaranya. Anak itu begitu ketakutan. Takut dimarahi dan dihajar oleh orang tuanya yang sangat galak. Dia tidak berani pulang sendiri. Akupun mencoba menenteramkan anak itu dan berkata, bahwa kami akan menemani dia pulang dan menjelaskan segalanya kepada orang tuanya. Lalu akupun mencoba mencari sepeda motorku dan betapa kagetnya aku, ternyata sepeda motorku pun ikut sirna.
Puji Tuhan! Anehnya aku dapat tetap tenang, damai sejahtera dan untuk pertama kalinya dalam hidupku aku dapat mengucap syukur kepada Tuhan atas kehilangan barangku yang kuanggap paling berharga dan sangat kubutuhkan saat  itu. Karena setiap hari aku harus memakai sepeda motor itu untuk pergi ke kampus memberi kuliah, mengajar di sebuah  SMP Kristen dan memberi les di rumah murid-muridku yang tersebar di  banyak  tempat.  Belum lagi saat itu, aku juga menjadi tim besuk di gereja dan menjadi koordinator persekutuan siswa Kristen di 9 sekolah. Bayangkan betapa pentingnya sepeda motor itu bagiku.
Kenapa aku bisa mengucap syukur? Jelas, itu adalah pertolongan dan kekuatan dari Tuhanku Yesus Kristus. Dengan demikian tak akan ada seorangpun yang bisa bilang " Tentu saja kamu bisa tenang menghibur orang, kan kamu tidak ikut merasakan kehilangan barang berharga."
Konsekwensi melayani dan mengikut Tuhan memang sungguh tak mudah, terkadang memang dibutuhkan suatu pengorbanan. Namun janji penyertaan-Nya tak pernah gagal dan Dia tak pernah meninggalkan kita sendirian. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus sekarang dan selamanya.
Nah, kembali ke peristiwa tadi, setelah kaget hilang , bersama-sama kami membawa anak yang  pingsan tadi ke dokter, ternyata cewek itu tidak apa-apa hanya belum makan sejak pagi  dan setelah disuntik dan makan, dia baik kembali dan kami antar pulang.
Kisah belum usai, rombongan besar kamipun menuju ke rumah cewek yang sepeda motornya hilang,  di sepanjang jalan cewek itu menangis, takut dihajar papanya di hadapan kami. Secara manusia aku bingung juga, tapi aku terus berdoa minta kekuatan
https://www.pinterest.com
dan pertolongan dari Tuhan. Ajaiblah Tuhan, setelah kami menceritakan seluruh kronologi kejadian itu, papanya sama sekali tak marah, bahkan secara ajaib beliau malah tertawa dan berkata, " Ya sudah, toh barang sudah hilang, mau di apain." Kami tahu hanya Tuhan Yesus yang mampu melakukan mujizat itu. Hal ini diakui pula oleh cewek tadi.
Setelah itu rombongan kami berunding, sebaiknya apa yang harus dilakukan dengan ke 2 sepeda motor yang hilang itu. Ada seorang anak yang nyeletuk," Kakakku punya kenalan preman di daerah itu, kita  bisa menebusnya, 1 sepeda motor 100 ribu  rupiah. Kan persoalannya bisa cepat beres."  Hampir semua setuju dengan usul itu, tapi aku sama sekali tidak setuju. Kok enak sekali dan begitu  mudahnya penjahat itu mendapat uang. Jelas itu tidak membuat mereka jera, bahkan akan membuat mereka lebih berani lagi dan ketagihan di waktu yang akan datang.
Aku bersikeras untuk menempuh jalan yang benar dan sesuai dengan Firman Tuhan, yaitu kita harus melaporkan kejahatan itu ke kantor polisi. Walaupun ditentang oleh sebagian besar rombongan, akhirnya kita sepakat untuk lapor ke polisi. Setelah seluruh prosedur selesai, kami pulang. Aku sampai di rumah tengah malam, hampir jam 12, dan disambut oleh kakak laki-laki ku dengan muka masam, " Kenapa  kok pulang begitu malam dan mana sepeda motormu?" Aku hanya bisa menceritakan semua kejadian itu dan aku masih ingat kata-katanya, "Makanya jadi orang itu jangan fanatik, terus saja melayani tiap hari, apa yang kamu dapat? Kamu pikir dengan lapor ke polisi sepeda motormu bisa ketemu. Jangan mimpi, itu seperti mencari sebuah jarum di atas tumpukan pasir. Mustahil bisa ketemu." Uniknya saat itu aku bisa menjawab dengan tenang dan penuh keyakinan "Bagi Tuhan tidak ada barang yang mustahil."
Waktu terus bergulir cepat, aku harus menghadapi realita  hidup tanpa sepeda motor dan  disertai dengan kegiatan yang seabrek. Aku benar-benar kewalahan. Aku harus naik becak, angkot bahkan nunut orang sana sini serta tak jarang pula jalan kaki. Ini harga yang kadang-kadang harus dibayar oleh seorang pelayan Tuhan. Indahnya, aku bisa menikmati semua ini dengan penuh sukacita dan tidak banyak mengeluh. Tuhan tahu dan melihat semuanya, dan tangan Tuhan mulai bekerja, bantuan  keuangan mengalir dari mana-mana, dan dalam waktu 2 minggu aku sudah bisa membeli sebuah sepeda motor baru gress. Dahsyatnya karya Allah!
Satu bulan kemudian, kami mendapat panggilan dari polisi, ternyata sepeda motor salah teman kami,  ketemu di Boyolali. Punyaku belum, namun aku tetap mengucap syukur, dan minggu kemudian, sepeda motorku  ketemu di Sragen, jadi aku punya 2 motor. Terpujilah Tuhan yang Maha Besar!
Bersamaan dengan itu seluruh komplotan pencuri sepeda motor, bersama dengan tukang tadahnya berjumlah 7 orang tertangkap. Ada 1 orang tertembak mati dan ada  9 sepeda motor yang ditemukan, termasuk  kepunyaan kami. Aku sempat menghadiri sidang mereka ternyata banyak dari mereka yang masih muda, bahkan remaja. Ketika vonis dijatuhkan sebagian besar dari mereka menangis dan menyatakan akan bertobat.
Alangkah indahnya berjalan bersama Tuhan Yesus. "Ia  menuntunku di jalan yang benar, Ia membimbingku ke air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkat-Mu,  itulah yang menghibur aku." Mazmur 23.
https://stickmanstudios.wordpress.com/category/religious/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar